dea.isadora10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Cerita Inspirasi MPKMB 2

Nama : Dea Hasna Isadora

NRP : A44100050

Laskar : 9

Cerita Inspirasi 2

Cerita Inspirasi Tokoh Idola

Cut Nyak Dien

Pahlawan Wanita yang paling menginspirasi saya adalah Cut Nyak Dien. Siapa yang tidak kenal Cut Nyak Dien, Pahlawan Pembela Jati Diri Bangsa dari tanah rencong,  perempuan berhati baja ini di lahirkan pada tahun 1850 dan meninggal pada tahun 1908, Srikandi dari Aceh ini hingga hembusan nafasnya yang terakhir tetap dalam tekadnya yang membaja untuk tidak pernah mau tunduk pada penjajah.

Jiwa perjuangan Cut Nyak Dien, tidak tumbuh begitu saja dalam dirinya, tapi memang ayahnya juga merupakan seorang penggerak perlawanan pada Belanda.  Ketika tanah kelahirannya tercinta di duduki oleh penjajah belanda terpaksa ia harus berpisah dengan ayah dan suaminya yang berjuang melawan penjajah. Perpisahannya dengan sang suami yang belum lama menikahinya ternyata adalah perpisahan untuk selamanya, karena sang suami gugur dalam peperangan melawan belanda pada perang di Gle Tarum pada tahun 1879.  Mendengar berita kematian suaminya akibat kekejaman belanda membuat Cut Nyak Dien bersumpah untuk menuntut balas kematian suaminya dan melanjutkan perlawanan suaminya pada Belanda, dan bertekad tidak akan menikah lagi kecuali dengan laki-laki yang mau membantu perjuangannya.

Dua tahun setelah kematian suaminya, tekadnya untuk tidak menikah kecuali dengan laki-laki yang mau berjuang untuk bangsanya benar-benar di tepati, Ia akhirnya menikah dengan tengku Imam Bonjol, beliau adalah pahlawan perjuangan melawan belanda yang terkenal banyak membuat kerugian bagi penjajah belanda.  Namun rupanya Syahid menjemput sang suaminya juga pada suatu pertempuran di Meulaboh.

Kematian suaminya tidak membuat sang Cut Nyak Dien patah semangat, namun sebaliknya semangat untuk meneruskan perlawanan semakin menggelora, perjuangan tetap ia jalankan dengan meneruskan perang gerilya melawan belanda.

Bertahun-tahun perlawanan Cut Nyak Dien semakin membuat belanda kalang kabut, dan belanda pun tidak pernah bisa menawan dan mematahkan perlawanan Cut Nyak Dien, sampai akhirnya ada salah seorang panglimanya yang merasa kasihan kepada Cut Nyak Dien karena sudah tua, dan ingin melihat Cut menjalani hari tuanya dengan damai tanpa harus sembunyi-sembunyi di hutan, maka ia mengambil inisiatif sendiri untuk menghubungi belanda, dan akhirnya beliau di tangkap belanda. Namun walaupun telah ditangkap tapi tetap saja dia mengadakan kontak dengan kelompok perlawanan, sehingga hal ini membuat penjajah belanda marah sehingga beliau di buang ke tanah jawa, Hingga beliau meninggal dalam pembuangan.

Itulah Sosok wanita Pejuang yang sampai akhir hayatnya berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengembalikan jati diri bangsa meski harus mengorbankan semua yang ia miliki.

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah hidup Cut Nyak Dien adalah kerja keras dan perjuangan yang kita usahakan selama hidup tidak akan pernah sia-sia hal ini terlihat dari perjuangan yang dirintis Cut Nyak Dien untuk memerdekakan Indonesia yang akhirnya berhasil diteruskan oleh pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia lainnya.

Cerita Inspirasi MPKMB 1

Nama : Dea Hasna Isadora

NRP : A44100050

Laskar : 9

Cerita Inspirasi 1

Inspirasi Diri

Sombong Jurang dari Keberhasilan Hidup

Dari seluruh pengalaman hidup yang Allah torehkan pada kehidupan saya, yang paling membuat saya terenyuh untuk menghindari sifat sombong adalah ketika saya mengunjungi suami dari saudari jauh ibu saya. Saat itu saya mengunjungi beliau yang kabarnya sedang sakit parah di sebuah RS terkenal di pusat ibukota provinsi Lampung. Sesampainya di RS saya melihat sebuah pemandangan yang sangat menyedihkan, suami dari saudari jauh ibu saya tersebut (sebut saja Bapak S) terlihat sangat lemah dan kuyu. Wajah dan Tubuhnya dipenuhi bintil dan bibirnya menghitam. Saya sampai merinding melihatnya. Tak lama adik saya dan saya sendiri disarankan untuk menunggu di luar ruangan. Setelah ibu saya selesai menjenguk beliau, kami masuk ke dalam mobil untuk pulang.

Di perjalanan saya bertanya sebenarnya apa penyakit yang diderita Bapak S, ibu saya menjawab bahwa Bapak S tidak diketahui penyakit jelasnya, bahkan dokter di RS telah angkat tangan dan menyarankan beliau untuk pulang dan mencari cara lain untuk sembuh. Ibu saya pun bercerita bahwa semua yang dialami beliau itu adalah buah dari kesombongannya selama hidup, hal ini ibu saya ketahui dari istri beliau sendiri. Saat Bapak S masih sehat memang beliau memiliki begitu banyak harta, yang membuat beliau gelap mata. Bahkan saat kedua orang tua beliau masih hidup beliau sering memalingkan muka saat bersalaman atau bahkan enggan untuk sekedar menjenguk orang tuanya bahkan hingga orang tua beliau meninggal. Beliau juga sering membuat masalah hingga diusir oleh kakak iparnya dan bahkan mertuanya. Sehingga saat ia jatuh sakit pun tak ada satupun anggota keluarga yang berani mereka undang untuk menjenguk keadaan beliau dan membantu biaya RS beliau kecuali ibu saya.

Hal ini yang membuat istri beliau begitu bersedih, ibu saya hanya bisa menasehati beliau agar bertaubat dan meminta maaf kepada orang yang telah beliau sakiti atau rendahkan selagi masih dalam momen lebaran. Hikmah yang dapat saya ambil dari pengalaman tersebut adalah jangan sampai harta atau apa pun dari segala nikmat yang Allah berikan membuat kita gelap mata dan sombong dan menyakiti org lain, karena semua itu akan berakibat fatal pada kehidupan kita cepat atau lambat.

visit my blog :)

nyoba nge post doang hahaha

jangan lupa visit blog ini

GA AKAN NYESEL :p